VEKTOR : Pengertian vektor, jenis-jenis vektor, modulus vektor, operasi vektor, pembuktian dot product
Vektor
Pada tahun 1827 Mobius (August Ferdinand Mobius) mempublikasikan Der Barycentrische calcu, sebuah buku geometri yang mengkaji transformasi garis dan irisan kerucut. Fitur baru dalam hasil karya ini adalah pengenalan koordinat barycentric. Pada tahun 1837 Mobius mempublikasikan buku tentang statika di mana ia secara gamblang menyatakan idenya tentang penyelesaian masalah besaran vektor bersama dengan sumbu koordinat.
- Pengertian vektor
Vektor adalah besaran yang mempunyai nilai/besar dan arah. Secara geometris vektor digambarkan sebagai ruas garis berarah, dengan panjang ruas garis menyatakan besar vektor dan arah ruas garis menyatakan arah vektor.- Jenis-jenis vektor
- Vektor nol adalah vektor yang besarnya nol satuan dan arahnya tak tentu.
- Vektor posisi adalah posisi sebuah titik partikel terhadap sebuah titik acuan tertentu dapat dinyatakan dengan sebuah vektor posisi.


Sembarang vektor
dapat dinyatakan dalam bentuk hasil pengurangan dari vektor posisi:
3. Vektor basis adalah vektor yang panjangnya satu satuan dan arahnya searah dengan sumbu koordinat.

- Vektor basis yang searah dengan sumbu x dinamakan vektor 
- Vektor basis yang searah dengan sumbu y dinamakan vektor 
- Vektor basis yang searah dengan sumbu z dinamakan vektor 
4. Vektor satuan adalah suatu vektor yang panjangnya satu satuan . Vektor satuan dari
= (v1, v2) adalah
v=
=
= (v1, v2)
Secara aljabar sebuah vektor dapat dinyatakan dengan salah satu cara, sebagai berikut:
- Vektor kolom (matriks kolom)
A =
dan B =
k
- Vektor baris (matriks baris)
A (xA,yA,zA) dan B (xB,yB,zB)
- Vektor basis
A (xA
+yA
+zA
) dan B (xB
+yB
+zB
)
- Modulus vektor (panjang vektor)
Jika A (xA,yA,zA) dan B (xB,yB,zB) maka panjang vektor OA adalah OA ataau
, yaitu:
Jika A xA,yA,zA) dan B (xB,yB,zB) maka panjang vektor
adalah
atau
yaitu : |
|
|
| =
Dan panjang vektor
adalah :
|(
| = %5E%7B2%7D%20%2B%20(yB%20-%20yA)%5E%7B2%7D%20%2B%20(zB%20-%20zA)%5E%7B2%7D%20%7D%20)
- Pembagian ruas garis vektor
Diketahui ruas garis AB. Titik P terletak pada ruas garis tersebut sedemikian hingga AP:PB = m:n

Maka = 
→ 
→nAP = mPB
→n(
) = m(
)
→
= 
→
(n + m) = 
Sehingga kita mendapatkan persamaan
= 
- Operasi vektor
1. Perkalian vektor dengan bilangan riilDiketahui vektor
dan k ∈ R
Secara geometris vektor k.
adalah vektor yang panjangnya k kali panjang vektor
dan arahnya searah dengan vektor
.
Secara aljabar, jika
=
maka : k.
= k
=
2. Penjumlahan vektor
Diketahui vektor
dan
. Secara geometris vektor
dan
dapat dijumlahkan dengan cara sebagai berikut:
Dengan aturan jajargenjang
Contoh:

Dengan aturan segitiga
Contoh:

Jika
=(xA,yA,zA) dan
=(xB,yB,zB)
3. Pengurangan vektor
Diketahui vektor a dan b. pengurangan vektor a-b dapat dinyatakan dalam bentuk penjumlahan vektor
, dengan vektor
adalah vektor yang panjangnya sama dengan vektor
dan arahnya berlawanan dengan vektor %20%20)
Contoh:

Jika
= (xA,yA,zA) dan
= (xB,yB,zB)
Secara aljabar hasil pengurangan
, adalah:
- Perkalian skalar dua vektor (dot product)
Perkalian skalar dua vektor adalah perkalian skalar antara vektor
dan
adalah
(vektor
dot
atau perkalian titik
dengan
), dengan :
Dengan α adalah sudut antara vektor
dan
. Jika
=(xA,yA,zA) dan
=(xB,yB,zB), maka:
Sifat-sifat perkalian skalar:
Pembuktian dot product

Sesuai aturan kosinus segitiga:
Jadi:
2.|u|.|v|cosα = 
.......................=
– |w||w| → |w||w|=(v-u)(v-u)=
- vu - vu + 
=
- 2vu
Sehingga,
→2.|u|.|v|cosα =
– (
)
→2.|u|.|v|cosα =
→2.|u|.|v|cosα = 2vu (dibagi)
→ v.u= |u|.|v|cosα (terbukti)
- Proyeksi ortogonal

Proyeksi ortogonal vektor
pada vektor
adalah bayangan tegak lurus dari vektor
pada vektor 
Ada dua macam proyeksi vektor ortogonal, yaitu:
1. Proyeksi vektor
Proyeksi vektor ortogonal
dan
hasilnya adalah vektor bayangannya, yaitu vektor
, dengan:
Proyeksi ortogonal
dan
dapat ditulis 
2. Proyeksi skalar ortogonal
Proyeksi skalar ortogonal
pada vektor
hasilnya adalah panjang (modulus) dari vektor bayangannya, yaitu
, dengan
Comments
Post a Comment